Senin, 31 Agustus 2020

Syukur

 sebelum materi saya bahas saya sampaikan terlebih dahulu, setelah membaca nanti selanjutnya jangan lupa : 

  1. Mengisi daftar hadir di kolom komentar dengan Format : "Nama, Kelas"
  2. Mengerjakan Tugas secara singkat sekaligus di kolom komentar setelah poin 1

    


Syukur adalah sebuah ungkapan rasa terima kasih kepada Alloh SWT atas segala nikmat yang telah hadir pada dirinya. Bahkan Alloh juga memerintahkan semua hambanya untuk pandai-pandai mensyukuri segala sesuatu yang diterimanya bahkan janji Alloh SWT siapapun yang mau bersyukur pasti Alloh akan menambah nikmat yang telah ada namun bagi mereka yang tidak berkenan bersyukur kepada Alloh maka tetmasuk bagian dari orang orang yang kufur. 

Perlu diketahui bersama bahwa perilaku bersyukur tidak hanya harus dilakukan oleh orang yang menerima kenikmatan akan tetapi insan yang sedang di mendapat masalah atau kesulitanpun tetap harus bersyukur sebab  di dalam kesulitan tersebut pastilah tetap ada makna yang diberikan oleh Alloh SWT kepada hambanya. Sebagaimana Firman Alloh SWT dalam QS. Al-Baqoroh : 286

  

Artinya :   

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir." (Al-Baqoroh:286)

jadi bila ada di antara kita yang mendapat kesulitan maka ini salah satu tanda bahwa selain Alloh SWT perhatian kepada kita, kesulitan itu telah di ukur sesuai dengan kekuatan kita masing-masing. Tidak mungkin beban tersebut melebihi kemampuan kita. karena itu jangan sekali-kali putus asa dalam ujian atau cobaan yang Alloh SWT turunkan.  Apalagi sampai memilih lari dari Alloh SWT atau sampai berani memilih melepaskan nyawa. 

Peristiwa atau perilaku Lari dari Alloh SWT antara lain adalah :

  • minum minuman keras
  • berjudi
  • melakukan hal yang merugikan orang lain dan diri sendiri
  • bunuh diri    dll
Bagaimana cara mensyukuri Nikmat Alloh SWT :

    Ada 3 tiga cara dalam mensyukuri nikmah ilahi yaitu :

  • lewat hati : dengan selalu menyakini bahwa semua hal yang kita tetima adalah dari ilahi robby.
  • lewat lisan : ucap hamdalah atau selalu mengucapkan hal yang baik tanpa ada suatu paksaan
  • lewat perbuatan : bersyukur memang tidak cukup hanya di hati dan lisannya namun juga butuh realisasi dari hati dan lihat, sebagaimana melakukan shodaqoh, membantu orang tanpa pamrih, sholat, tidak ada suatu paksaan dari siapapun.

DAMPAK POSITIF SYUKUR

  1. Hati menjadi lebih tenang dan tentram
  2. Tidak mudah bimbang pada keadaan apapun 
  3. Rizqi akan ditambah oleh Alloh SWT
  4. Mendapat Rizqi yang lebih baik 
  5. Terhindar dari sifat sombong, angkuh, congkak.
  6. Dapat dengan mudah berbagi kepada sesama hamba Alloh SWT ( sesama hamba Alloh SWT dalam arti tidak hanya kepada manusia akan tetapi selain manusia masih ada tumbuhan, hewan atau alam semesta) 
CARA MEMBIASAKAN DIRI BERSYUKUR 
  1. Sering sering mengucapkan hamdalah dan istighfar tanpa melihat atau mengkhususkan pada satu kondisi.
  2. Biasakan melihat dan menikmati apa yang ada di sekitar kita tanpa mengucapkan kata kata kotor atau tidak pantas untuk didengarkan.
  3. selalu berusaha ucapkan terima kasih kepada seseorang yang berinteraksi kepada kita
  4. membiasakan diri ringan untuk berbagi walau hanya berbagi kabar (akan tetapi pastinya tanpa ada ghibah lo... ya...)
  5. jauhi lisan mengumpat ( walau hanya bergurau kepada sesama).
KESIMPULAN :

Mari kita bersyukur dalam setiap saat sesuai dengan anjuran dan perintah yang ada sebagaimana kemampuan kita yang maksimal bukan yang minimal artinya jangan puas hanya bersyukur lewat hati dan lisan namun selalu iringi dengan perbuatan. 

Jangan mudah putus asa atas semua kejadian yang tidak sesuai dengan hati kita sebab apapun yang terjadi pada diri kita semua sudah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

TUGAS LANJUTAN/ EVALUASI PEMBELAJARAN :

  1. Sudahkan anda bersyukur pada hari ini ?
  2. Dengan cara apa anda bersyukur pagi ini ?
  3. Jangan lupa isi daftar hadir di kolom Comment sesuai anjuran di atas. 

Alhamdulillah semoga jadi tambahan ilmu yang manfaat dunia sampai akhirot. Aamiin...



Rabu, 26 Agustus 2020

Motivasi Berprestasi Bersama Mentor Multi Talent

Senin, 24 Agustus 2020  

Belajar malam ini bersama ibu salamah seorang guru PNS yang bertugas di SD N 2 Wonosobo. Kelihatannya beliau adalah seorang yang multi talent. Selain menjalani profesi sebagai ASN beliau juga seorang penulis, Mentor CPNS, Mentor Psikotest, dan sebagai Motivator.

Berawal dari undangan guru-guru seniornya untuk membimbing dalam menaklukkan soal-soal Uji Kompetensi Guru sebagai persiapan UKG tahun 2012. Muncullah ide untuk menulis semua yang dilakukan bersama para senior sebagai perjalanan menuju medan UKG 2012.

Tepatnya waktu itu adalah tahun 2011 beliau menulis tiba-tiba bergerak jiwa raganya untuk mencari penerbit, namun waktu itu beliau belum menemukan penerbit sampai saat telah putus asa tiba-tiba lewat media sosial (FB) beliau ketemu dengan seorang editor dari perusahaan Mayor dengan keisengannya maka beliau inbok editor tersebut.

Alhamdulillah tahun 2011 pertama buku Uji Kompetensi Guru karya ibu salamah terbit. Bisa di bilang buku tersebut waktu itu masih langka khususnya di kabupaten wonosobo memang belum satupun guru yang berkarya untuk menerbitkan buku.

Bisa dibayangkan dari mana inspirasi beliau tentang kisi-kisi buku UKG tersebut. Padahal waktu itu UKG sangat belum populer. Lewat kepekaan dan kejelian beliau dalam setiap materi perjenjang tentang kompetensi guru sehingga beliau mampu hadirkan referensi buku sebagai persiapan menaklukan UKG.

Ternyata tidak semulus yang dibayangkan hasilnya. Salah satu kondisi yang menampar dirinya adalah ketika mengetahui bahwa bukunya telah digandakan ratusan ekslempar oleh sahabat guru yang se-kota yaitu di wonosobo. Mengapa tidak membeli hasil cetakan yang ada padahal harganya hanya Rp. 55.000,- waktu itu. Dan alhasil dalam waktu 6 bulan royalti yang beliau terima sangatlah minim.

Namun setelah kejadian itu semua, tetap tidak memadamkan bara menulisnya. Sehingga beliau tetap menulis dan menulis bahkan semua bukunya di cetak oleh penebit Mayor bukan penerbit indi dan alhasil suatu saat setelah itu beliau dapatkan pundi-pundi emas lewat undangan-undangan sebagai Nara Sumber UKG.


Sebagai penulis dari kondisi ini ternyata bikin salamah semakin kecanduan untuk menulis dan menulis dan perlu anda tahu, dalam insta storynya setiap kali salamah unggah tulisan pasti bisa 6-7 ratus pengunjung yang menghampiri tulisannya. Pasti penasaran nulis apa ya... sampai segitu banyaknya yang mampir di sana? Yang salamah tulis ternyata adalah Motivasi, tentang kegundahan, keterpurukan, bagaimana kita harus bangkit dan berdiri?

Hingga suatu saat ibu ASN ini menulis sebuah buku yang mulai menghasilkan uang yang melimpah dari hasil tulisan itu. Dimana itu semua di luar ekspektasinya. Beliau hanya beransumsi bahwa ini mungkin memang buah dari hasil kegigihannya untuk tetap berkarya dan berkarya lewat jalan menulis.

Buku fenomenal ibu salamah adalah buku yang terbit tahun 2012 dimana waktu ada justis Dokter tentang dirinya yang tidak dapat hamil karena memiliki penyakit dan salah satu peluang yang ditawarkan adalah dengan program bayi tabung. Sehingga yang pertama hadir dibenaknya adalah uang dari mana untuk ikuti program ini?

Maka hadirlah bukunya yang berjudul  “Tri Link Psikotest” yang dalam waktu 2 bulan, 2000 ekslempar ludes terjual sehingga predikat best seller atas buku tersebut beliau dapatkan. Yah... inilah salah satu rahasia ilahi atas Rizqi hambanya yang tetap semangat, tetap mau berusaha walau dalam keterpurukan.

Hingga akhirnya semua kebutuhannya dapat terpenuhi lewat pundi-pundi karya tulisnya. Sampailah pada titik saat ini di mana ketika akan menerbitkan tulisannya tidak perlu kirim proposal untuk mengajukan karya tulisnya ke penerbit. Bahkan saat ini justru sering di tawari untuk menulis ini, itu oleh penerbit.

Sebagai rasa syukurnya maka beliau akan selalu berusaha untuk menjawab : iya, bisa seiring dengan konsekwensi yang bertanggung jawab untuk menyelesaikannya sesuai permintaan yang ada. Nah ternyata tidak hanya Tentang UKG yang mampu ibu salamah selesaikan namun beliau juga menulis tentang buku PsikoTest.


Profesi  Mentor yang tidak Cuma satu ternyata tetap mampu menulis bahkan dari kesibukannya dan lika liku kehidupannya ternyata mampu bikin buku yang sampai sekarang telah terkumpul sebanyak 34 buku yang di mulai sejak 2011. Apalagi bila sedang di kejar targer. Wah.... 1 buku bisa selesai hanya dalam waktu 2 minggu sampai 1 bulan. “Apalagi saat pendemi seperti ini saya membuat vidio pembelajaran sambil nyambi belajar online dan home visit. Satu anak perdatang selama 2,5 jam sekali ketemu” ujar beliau ibu mentor serba bisa dan yang memiliki motto menjadi motivator bagi dirinya sendiri ini 

Ternyata ibu yang suka makan Mie ini masa kecilnya di penuhi dengan les-les privat, Menari, Pantomin jadi sekarang bila di lihat ada siswa siswinya yang berbakat menulis atau menari pasti bunda yang hobby tidur ini akan menjembatani dengan menanyakan dan memotivasi orang tuanya lantas di carikan guru untuk melatih akan tetapi ide seluruhnya dari beliau sebagaimana menari dalam masa pandemi ini. 

Good Lucky bunda semoga ilmunya malam ini jadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan jadi amal jariyah sekeluarga. Aamiin. Terima kasih bapak salwa yangtelah menghantarkan belajar menulis malam jadi seseru ini. 

Alhamdulillah malam ini benar-benar tambahan pengalaman yang luar biasa. 


Selasa, 18 Agustus 2020

Daringku terhalang pulsa Internet


Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ternyata tidak sesederhana yang diperkirakan sebab banyak faktor yang harus di penuhi bagi Guru, Anak didik maupun Pendamping Proses Pembelajaran yang mendukung terealisasinya pendidikan jarak jauh yang di kenal juga dengan kata Daring - dalam Jaringan. 

Beberapa media sebagai syarat tiem sucses pelaksanaan pendidikan PJJ adalah :
  • Media : Hand Phone, Leptop, Wifi/Internet, Jaringan Sinyal
  • Kreatifitas Guru
  • Kemampuan Seorang Pendamping Pembelajaran
3 hal di atas tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri tanpa kerja sama dengan yang lain. bahkan satupun kinerja guru tidak akan sucses tanpa caple dari tiga hal tersebut. bisa bayangkan apabila guru melaksanakan daring tanpa HP, mungkin tetap bisa sebab masih ada leptop akan tetapi adakah semua  siswa memegang leptop ? memegang aja belum tentu, apalagi memiliki. 
Sepertinya media ini adalah hal yang paling penting. Apa iya ?? media mengalahkan keberadaan yang lain ?


Hand Phone, Leptop adalah barang mati yang fungsinya menyesuaikan dengan pemiliknya. Secanggih apapun HP dan Leptop yang dimilikinya namun apabila pemiliknya tidak mau belajar tentang pemanfaatan alat tersebut secara rinci maka rasanya tidak mungkin semua kebutuhan terpenuhi.

Wifi / Internet adalah media yang bisa menghantarkan alat (HP dan Leptop). Tanpa Wifi, alat tersebut memang tetap bisa di manfaatkan akan tetapi terbatas pada aplikasi tertentu yang memang tidak membutuhkan Wifi atau kuota Internet sehingga dalam hal mensukseskannya daring, Wifi adalah modal kedua setelah adanya alat. 

kalaupun sudah menggenggam HP dan Leptop bahkan Wifi juga sudah ada namun apabila tiada jaringan di daerah tersebut pasti kendala tetap ada di sana. Sehingga  komponen-komponen itu harus saling ada.  

Kreatifitas guru adalah kemampuan Guru dalam membawa, membimbing, mengarahkan anak didik untuk tetap beraktifitas sesuai kewajiban siswa siswi sehingga walaupun tanpa tatap muka, not face to face, pembelajaran dengan jarak yang tidak di tentukan tetap membuat siswa siswi mampu menangkap, memahami bahkan mengaplikasikan perilaku sesuai intruksi yang ada sebagaimana di tempatnya masing-masing. 

Otomatis ini membutuhkan Skill Guru yang bisa membuat siswa siswi mampu berimajinasi tentang intruksi yang disampaikan guru bahkan mampu membentuk karakter siswa didik. Minimal bikin anak didik menarik dengan pembelajaran yang dilaksanakan dan tetap konsisten belajar walau tanpa pengawasan guru di dekatnya sebagaimana biasanya apabila belajar bersama di madrasah bahkan rutinitas belajar jarak jauh tersebut tidak bikin siswa didik tambah stres.

Pendamping Belajar Siswa yang dalam hal ini dapat dilakukan oleh orang tua, kakak, saudara atau person yang berada satu lokasi dengan siswa/siswi. Tidak semua anak selalu butuh pendamping, hal ini pastinya sesuai kemampuan anak atau tingkat kesulitan materi yang sedang di bahas. Naah... bila anak sedang membutuhkan pendamping maka skill pendamping sangat di butuhkan namun apabila tidak maka tidak masalah dengan hal ini. 

contoh kasus siswa kelas 1 SD/MI yang kemungkinan besar belum lancar membaca sendiri sehingga sangat membutuhkan pendamping dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pastinya kemampuan dan ketrampilan atau kepiawaian pendamping dalam hal ini sangat di butuhkan. Tanpa pendamping yang mampu menyesuaikan dengan kondisi anak pastinya tidak akan pembelajaran Daring berjalan dengan sukses. 

Bisa bayangkan minat dan rasa anak yang naik turun apalagi kalau anak yang telah tertarik bermain dan terkesan dengan piawainya teman-temannya saat bermain bersama pastinya akan membuat ketagihan untuk selalu bermain dan bermain. Susah lagi bagi anak yang dari awal serasa alergi dengan materi hafalan. Wauu... pastinya siapapun pendampingnya yang tidak berkompeten dalam dunia pendidikan harus memupuk kesabarannya ketika menghadapi kondisi anak yang seperti itu. 

Jadi manakah unsur daring yang paling penting ?
Pastinya semua menjadi penting namun apabila harus milih satu persatu bisa jadi orang tua sebagai pendamping dan guru adalah selevel barulah media baik itu HP, Leptop, Wifi dan jaringan dilingkungannya.

Namun Realitas yang ada saat Guru dan pendamping telah bekerja sama dalam melaksanakan tugasnya. Guru yang sudah berusaha super kreatifpun harus merenung sejenak untuk mengambil langkah kompromi, menunggu atau sikap lainnya saat siswa didik menjawab tidak punya paketan, belum dibelikan internet atau HP saya tidak bisa buka Aplikasi itu. Padahal jawaban tersebut tidak selamanya benar. Bisa jadi hanya di pakai sebagai sebuah alasan supaya tidak mengerjakan atau sekedar menunda tanggung jawab yang di berikan.

Apalagi ada intruksi untuk tidak memberatkan siswa dan meribetkan orang tua atau membengkakkan anggaran belanja dengan kulakan pulsa. Namun kalimat tersebut adakalanya dimanfaatkan siswa dengan alasan tersebut di atas (tidak semua siswa) padahal ada di antara mereka yang masih exsis bermain istagram, face book, you tube, namun apabila bertemu dengan tugas ada bahasa lain untuk itu. Semoga yang melakukan itu segera ingat.  

Tidak semua person bisa merasakan ribetnya dalam menyiapkan daring bahkan ada sebagian dari mereka yang tetap menyepelekannya khususnya anak didik. mereka lebih asyik dengan kesibukannya sendiri tanpa mau memperhatikan tanggung jawabnya sebagai siswa. sehingga yang ada walaupun dapat merespon dengan baik namun tetap tidak ingin meresponnya. ini yang jadi masalah

Zaman sekarang hampir tidak ada siswa siswi yang tidak pegang HP kecuali bagi siswa siswi yang pembelajaran di pesantren dan menerapkan luring. pastinya tidak membutuhkan alat tersebut.  Jadi selayaknya kita mampu memanfaatkan kondisi apapun dengan baik, punya media komunikasi atau tidak, ada tugas atau tidak, ada wifi atau tidak semua ada hikmahnya dan selama masih mau berusaha pasti ada hasil yang di dapatkannya. 

   








 

Rabu, 05 Agustus 2020

Luangkan Waktu Bukan Menunggu Waktu Luang


Ada beberapa alasan seseorang sehingga tidak melaksanakan aktifitas menulis. Salah satunya adalah alasan tidak adanya waktu luang. Benarkah alasan  ini?? Mari kita cermati beberapa aktifitas kita sehingga kita akan menemukan apakah alasan tersebut benar.

Coba cermati waktu anda yang 24 jam, apakah benar-benar anda sibuk sehingga tidak memiliki waktu luang untuk sekedar menulis. Menurut Dr. Ngainun Naim Jika profesi anda sebagaimana mas menteri maka percaya apabila waktu anda betul-betul tiada waktu luang. Sibuk dan bahkan sangat sibuk namun apabila bukan berada di posisi itu maka tidak mungkin jika anda tidak memiliki waktu luang namun yang ada anda tidak mau meluangkan waktu.


Coba cermati kehidupan para pakar menulis apakah mereka pengangguran? Apakah mereka memiliki waktu longgar alias tidak padat? Maka jawabnya adalah semua dari waktu mereka penuh dengan berbagai aktifitas, sibuk dengan berbagai aktifitas dari pagi hingga malam namun mereka mampu meluangkan waktu luang.

Kemampuan kita dalam meluangkan waktu adalah salah satu kunci untuk mendorong kita dalam menghasilkan karya. Coba di renungkan pada masa pandemi ini dimana kita tidak harus bekerja di kantor melainkan dapat lakukan WFH  (Work From Home) namun berapa karya yang telah anda hasilkan?

Berapa buku yang telah kita baca? Berapa tulisan yang telah kita hasilkan? Pastilah masih sama sebagaimana biasanya sehingga dalam kondisi bagaimanapun sibuk atau longgar pastinya kita harus luangkan waktu untuk berkarya tanpa meluangkan waktu pastilah tidak ada atau tidak banyak karya yang akan kita dapatkan.  Jadi dalam hal ini pesan Bapak Dr. Ngainun Naim tetap Luangkan Waktu Anda Untuk Menulis Dan Jangan Menunggu Waktu Luang.

Apabila telah meluangkan waktu untuk menulis pastinya harus menghilangkan sifat malu namun bukan berarti endingnya tidak punya malu. 
Masih menurut Dr. Nainun Naim bahwa dalam hal menulis ada 4 Level Malu. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih lanjut tentang hal ini. 

1. Malu Untuk Menulis
    Malu di sini dalam arti malu menulis adalah malu level pertama artinya : akan menulis saja malu belum sampai di baca oleh pembaca namun untuk menuangkan idenya saja malu sehingga kalau sudah malu mana mungkin bisa menuangkan idenya dalam tulisan.

2. Malu Bila Tulisannya akan di baca oleh orang lain. 
    Ada yang berpendapat bila saya menulis nanti kalau di baca seseorang, takutnya di tertawakan, takutnya bahsanya susah dimengerti atau malah ditertawakan. jadi dari pada muncul bahasa A, B, C dan seterusnya jadi lebih baik tidak menulis. malulah....

level ini apabila melanda seseorang yang menginginkan memiliki tulisan maka selam pendapatnya tersebut masih menyelimuti nya maka tidak mungkin akan memiliki karya sampai kapanpun.

3. Malu yang sudah berkurang, sehingga tetap menulis walaupun ada yang komentar maka anggap itu sebagai motivasinya mau di bilang jelek ya berarti harus berusaha lebih baik lagi, kalaupun di puji ya alhamdulillah namun etap harus belajar dan belajar menulis, menulis dan menulis.

4. level ini adalah level tertinggi yaitu Malu Apabila Tidak Menulis   
Wou.... sungguh bila seseorang yang berminat menulis lantas langsung mampu berada di level ini pastinya tak akan lama dia akan miliki produk sebagai hasil karya yang menakjubkan.   

Sabtu, 20 Juni 2020

Mau Tahu Ragam Tulisan Non Fiksi ?




Mau tahu lebih jauh tentang Ragam tulisan non fiksi ? mari kita belajar bersama ibu siska, siapa ibu siska ? wa...h tunggu dulu. yang jelas ini dengan  antengnya saya ikuti rombongan 9 bus menulis, kali ini dengan guide speaker yang cantik, energik, gaya bicaranya yang aduhai. Jadi semua anggota bus serasa tersirap asyik ikuti arahan beliau. Bener-bener malam ini malam yang menyenangkan sebagaimana hari hari sebelumnya dengan materi berbagi bikin buku. Wau... apalagi dengan connector speaker yang sangat lihai dalam mengatur waktu, sampai tidak terasa pada penghujung materi dan di lanjut di sesi tanya jawab. Pastinya ini semua bisa terlaksana selain atas izin ilahi untuk hamba-hambanya yang mau belajar, juga atas kerja keras Om Jay Cs or personal. Thank you to all of you.

Ya....h Pasti pada penasaran siapa sih guide kita malam ini sampai bikin bus 9 tetap anteng tak satupun ingin berajak dari tempat duduknya. Beliau adalah ibu Siska distiana yang Lahir di klaten, 12 desember 1985, Ibu dari dua anak, bekerja di rumah sebagai content writer dan freelance editor
Bila ingin komunikasi langsung secara personal by number Kontak 081329724184, siskanulis@gmail.com  @siskadistiana

Kenapa sih kita perlu menulis, menyitir sabda rosululloh ikatlah ilmu dengan sebuah tulisan jadi mari kita nulis, knowledge menegement. Sehingga bila ini sebuah perusahaan maka akan mahal harganya. Karena kita mampu memeneg ilmu yang kita miliki dengan baik dan eklusive. Lewat tulisan maka bisa kita pakai sebagai bukti yang nyata apabila kita pernah melakukan sesuatu atau kita pernah pergi ke suatu tempat, apabila ini kita tulis maka itu menjadi bukti otentik dari apa yang telah kita kerjakan. Bahkan lewat tulisan kita bisa legalkan apa yang telah ada pada diri kita.



Macam tulisan secara sederhana ada dua Fiksi dan non fiksi, walau ada orang yang memadukan antara fiksi dan non fiksi atau yang sering di sebut sebagai faksi. Ok kita awali dulu dengan pengertian non fiksi. Menurut KBBI non fiksi artinya karya yang yang tidak bersifat fiksi, yang sering digunakan dalam konten ilmiyah, dan real,  guide sangat yakin apabila semua telah faham akan apa bedanya karya fiksi dan non fiksi. Dimana kalau kita ada karya  yang ngakunya milik kita sendiri ternyata hasil plagiasi atau mengaku hasil karyanya ternyata hasil jiplakan dari karya orang lain maka ini jangan sampai terjadi, sebab semua karya itu harus dipertanggung jawabkan oleh masing masing penulisnya. semoga kita bagian dari orang-orang yang bertanggung jawab. Amin.





Apa saja ragam karya non fiksi ?
Kalau sesuai referensi ya banyak sekali yang termasuk karya non fiksi. Ada beberapa karya non fiksi yang dengan cepat bisa kita tulis dengan cepat dan mudah. Yaitu :  
  • 1    Berita
  • 2.      Esay
  • 3.      Catatan perjalanan
  • 4.      Artikel afirmatif
  • 5.      Bast Practice


Berita adalah sebuah kabar yang trend, yang baru, gres atau di sebut sebagai Hot new, berita yang jelas, cepat, to the point tanpa bertele-tele.
feature : kebalikan dari hot new atau tulisan yang memakai gaya bercerita, dimana pembaca dari membaca feature ada sisi hiburan sehingga tulisannya penuh dengan bunga-bunga atau hiasan-hiasan dalam rangkaian kata-katanya, tidak lugas sehingga penulis dapat menambah beberapa hiasan pada karya ini.Ini contoh feature yang di ambil dari salah satu relawan kemanusian yang bertugas di gerak bareng.



Ragam non fiksi kedua adalah esay : dimana tulisan esay adalah tulisan yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pribadi penulisnya, sehingga di sana di tawarkan sebuah solusi. Nah ini dalam bahasa literasi di sebut sebagai bahasa isay.Berikutnya ibu siska sajikan contoh esay, ini juga tulisan ibu siska sendiri dimana ini pernah di tulis dikompasiana dan ternyata tulisan tersebut di kompasiana yang paling banyak di respon. Dimana ini adalah tulisan tentang tanggapan ibu siska pada sebuah film india. 

Ragam non fiksi berikutnya : sebuah catatan perjalanan atau ulasan apa saja yang di temui pada tempat tersebut juga menjelaskan detail detail perjalanannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh teman-teman bloger yang menuliskan kisah perjalannannya dengan tujuan : siapa tahu nanti ada orang lain yang ingin melakukan perjalannya ke tempat tempat sebagaimana yang telah anda kunjungi. Kebetulan saya juga belum pernah melakukan catatan perjalanan, akunya ibu siska malam ini.

 Terakhir karya non fiksi adalah bast practis. Bast practis adalah pengalaman terbaik untuk di share supaya orang lain mengetahuinya. Menariknya sebuah bast practis itu sering di tulis dalam bentuk formal, namun bast practis ini dapat di tulis atau disajikan dalam bentuk feature. Dalam bast practis kami pernah menyampaikan kisah kisah pendidikan yang renyah untuk di baca sehingga tidak membosankan pembaca. Berikut ini saya contohkan karya bast praktis walaupun saya belum pernah menulis bast practis sendiri.


Mengakhiri dari paparan saya tentang menulis ini, saya ingin dari ungkapan pramundia ananta tour : Orang boleh pandai setinggi langit namun selama ia tidak menulis maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Selamat berkarya dan terima kasih kepada semuanya yang telah memulai bekerja untuk menulis.

Sampailah pada Sesi tanya jawab :
Dengan sigap dan santunnya ibu Fatimah dari aceh menyampaikan respon teman-teman yang antusias bertanya  sebagaimana uraian berikut ini :



alhamdulillah sungguh sangat mempersona dan kami semuanya hanyut dalam paparan ibu siska, Hingga kami terpana dan terpesona, terimakasih banyak  ibu, ungkap ibu fatimah dari bis 12. Bener-bener rombongan pimpinan om jay ini sangat terkoordinir, bayangkan dari rombongan 1 sampai 12 semuanya tetap stand by sesuai pada waktunya.
Seiring dengan menunggu pertanyaan dari teman teman, ibu siska sempat menyampaikan mengapa sampai saat ini tidak ngeblog ? Pertama, alhamdulillah sampai saat ini masih banyak yang order jasa penulisan maupun editing, sehingga waktunya banyak terpakai untuk itu dulu. Jujur ibu sika bilang bahwa sudah cukup lama tidak menulis untuk diri sendiri, semoga segera bisa lagi ibu.  
Kedua, ternyata ibu siska lebih memilih platform forum  seperti Kompasiana (walaupun akunnya telah lama nggak aktif juga, karena alasan pertama tadi), karena kemungkinannya lebih besar untuk tulisannya lebih cepat dan banyak terbaca oleh orang lain. Dan apa motivasi ibu siska dalam menulis : Pertama, karena senang menulis. Kedua, untuk mengaktifkan otaknya
Tiba-tiba datanglah pertanyaan dari ibu Nanik Yuliani Asal Mataram : Tulisan mbak Siska begitu bermutu. Apa langkah langkah atau persiapan mbak Siska saat akan membuat sebuah tulisan. Terimakasih
Dan  masyaAllah... mengawali jawaban ibu siska untuk pertanyaan ibu nanik ini. Kemudian lanjutnya - Yang paling awal saya lakukan adalah mengeluarkan apa yang berseliweran di pikiran saya Bu. Misalnya saya akan menulis tentang virus corona, maka semua yang saya pikirkan tentang itu saya tulis dulu. Biasanya saya menggunakan mind mapping sederhana untuk itu. Hal ini saya lakukan agar ketika saya menulis nanti saya tidak "tersesat" dan tidak ada informasi yang ingin saya sampaikan kemudian terlewat saya tuliskan. Pada dasarnya di sini saya sedang membuat kerangka tulisan, hanya dalam bentuk sangat sederhana dan "kasaran". Setelah semua isi pikiran saya keluarkan, lalu saya susun, mana yang akan saya letakkan di bagian pembuka, tengah, dan penutup tulisan.

Pertanyaan berikutnya dari bapak Mardiyanto - Kapuas, kebetulan sama2 berasal dari kota bersinar, yang ingin saya tanyakan Apakah tips atau kiat-kiat untuk untuk menulis Fiksi. Terima kasih. Dan respon beliau : Tentang menulis fiksi, pertama, perlu banyak membaca karya fiksi juga untuk memicu otak kita berimajinasi dan membangun cerita yang menarik. Terkadang saat hendak menulis fiksi kita ingin menyajikan konflik yang menarik agar pembaca bisa menikmati karya kita. Nah, saking ngêbêt-nya untuk itu, kita suka berpikir jauh dan mengawang-awang, akhirnya kadang tersesat.

Tersesat ? Maksudnya tersesat pada konflik yang kita tidak pahami. Nah, tips berikutnya adalah, ambil konflik dari keseharian kita dan hal-hal yang dekat dengan kita. Misal, saya seorang ibu rumah tangga, maka jalan cerita yang saya bangun, konfliknya, ya tidak jauh dari kehidupan berumah tangga... Demikian kiranya Pak Mardiyanto
alhamdulillah kita lanjutkan
pertanyaan dari ibu Aning S, Pati dari Rombongan Bus 12 : Apakah artikel informatif itu bisa mendapatkan nilai dalam PAK jika artikelnya tidak sesuai mapel, dan dimana artikel itu bisa dipublikasikan? Terima kasih. Dalam artikel informatif biasanya kita menyampaikan informasi atau pengetahuan kepada khalayak tentang suatu hal. Misal bagaimana cara mengajar dengan menyenangkan. Menurut saya, seharusnya bisa dapat nilai dalam PAK, Bu. Karena apa? Karena melalui tulisan itu Ibu bisa mengarahkan khalayak tentang sesuatu. Ibu juga bisa menjawab permasalahan khalayak terhadap sesuatu. Misal, saya membutuhkan informasi tentang bagaimana mendampingi anak belajar. Kemudian saya googling, eh saya nemu tulisan Ibu tentang itu. Jika saya praktikkan dan kemudian berhasil, maka itu berarti Ibu sudah membantu saya menyelesaikan masalah saya tersebut.

Kemudian di mana bisa dipublikasikan, saat ini media massa mainstream (Kompas, Republika, Tempo, dan lain-lain) sudah membuat wadah jurnalisme warga, seperti Kompasiana (milik Kompas). Di sana kita bisa menulis tentang apa saja, selam itu baik dan informatif. Cara mendaftarnya pun mudah dan gratis. Nah Ibu bisa buat akun di sana, kemudian Ibu tuliskan artikel informatif yang Ibu tulis. Kemungkinannya besar untuk dibaca khalayak jika topik yang Ibu angkat bersifat umum dan informatif.

Ini alamatnya kompasiana ibu: www.kompasiana.com Sampai saat ini sih  Kompasiana memang yang paling besar dibandingkan forum yang lain. Demikian Ibu Aning.  alhamdulillah kita lanjut, kali ini ada pak edi dari bumi aceh. Bagaimana menulis berita yang baik? Pertama harus terpenuhi dulu semua unsur beritanya. Apa itu? 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, dan How). Jadi sebuah berita harus bisa menceritakan siapa melakukan apa, kapan dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya.

Kedua, ada nilai aktualitas dan faktualitas dalam berita. Aktualitas itu kecepatan berita ditayangkan. Jadi makin cepat sebuah peristiwa diangkat menjadi berita dan ditayangkan/dimuat, akan lebih diminati khalayak. Kemudian faktualitas, ini bicara tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata. Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan makin diminati. Misal, Pak Edi menuliskan berita tentang seorang guru biologi di Aceh yang berhasil menemukan formulasi vaksin corona. Nah, Rekan-rekan guru lain pastilah akan tertarik untuk membaca itu daripada membaca tentang fashion show yang digelar di New York.

Terakhir, kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca, saya selalu percaya itu. Jadi, makin banyak Bapak membaca berita, maka Bapak akan lebih mudah memproduksi diksi kata yang menarik pada naskah berita Bapak. Demikian kiranya, Pak Edi. Ibu siska mengakhiri paparannya dalam menjawab pertanyaan pak edi. Ini yang saya bilang bener-bener dengan pertanyaan orang lain ternyata kita dapat tambahan ilmu yang sangat banyak sekali.

alhamdulillah ibu kita lanjut ya ibu, sapa ibu moderator dari bus sebelah. Serasa satu gerbong saja setiap kali pembelajaran ini dilaksanakan. Baik mangga ibu. Slmt malam ibu Siska,penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran informasi,yg saya tanyakan, apakah perlu surat keterangan untuk mempertanggung jawabkan kebenaran itu,kalau perlu bagaimana proses nya? Tanya ibu Lusia.

Halo Ibu Lusia, selamat malam. Terima kasih atas pertanyaannya sapa ibu siska dengan renyahnya sebelum menjawab pertanyaan yang ada. Tentang surat keterangan, jika tidak ada yang menggugat tidak ada surat keterangan pun tak mengapa Bu. Surat keterangan kan biasanya diperlukan untuk ranah hukum ya. Jadi, jika tulisan kita dapat diterima dengan baik, tidak disertai surat keterangan pun tak mengapa.

Lalu bagaimana cara membuat surat keterangan tersebut? Humm... jujur saya belum punya pengalaman juga tentang ini. Namun sepertinya bisa kita cari tahu dari institusi pemerintah yang menangani Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ada Dirjen Kekayaan Intelektual https://www.dgip.go.id/  Demikian kiranya Ibu Lusia kata ibu siska mengakhiri.

Assalamu alaikum Bu Siska, saya Bu Iin Kediri. (ini dia ibu iin, walau satu kota namun kita belum saling kenal di darat. Salam kenal di udara ibu iin...)  Pencapaian yg luar biasa, berbagai tulisan dihasilkan oleh Bu Siska.  Bisa minta tips awal mulai menulis kapan dan siapa yg membentuk Bu Siska bisa seperti ini.  Dan bagaimana peran sekolah dalam mengasah kemampuan Bu Siska. Ini untuk kita terapkan ke anak dan siswa kita. Terima kasih.

Sugeng dalu Bu Sri. Terima kasih atas pertanyaan Ibu.. Wah, bagus sekali Ibu... TOSS ah, kita senasib. Cara asyik ibu siska membuat bincang-bincang bagi ilmu ini tetap enak walau tidak ada camilan di samping. Hehehe...  Saya juga saat ini sedang rehat jadi content writer Bu. Kemarin sempat ambruk, sebulan Ramadhan saya sakit. Jadi untuk sementara waktu sama suami dilarang menerima kerjaan content writer (CW) dulu.

Memang tantangan kerja CW di situ ya Bu, berkejaran dengan deadline. Namun pelajaran berharga yang saya dapatkan dari sana adalah konsistensi ya Bu. Konsistensi menulis dan mengatur waktu. Jika kita bisa atur setiap hari menulis 1-2 artikel, saya kira tidak akan masalah. Ini yang masih menjadi tantangan saya sih memang. Saya belum lulus di ujian manajemen waktu ini Bu. Demikian kiranya Bu Sri.

Berikutnya pertanyaan dari ibu Titin dr SDIT Annaba Subang dengan pertanyaannya :
1.Kesalahan apa saja yg sering ibu temukan ketika mengedit BP?
2.Bagaimana tips ibu dalam memanajemen waktu ketika menulis dgn pekerjaan ibu lainnya?
Terimakasih. Saya belum pernah secara khusus mengkaji tentang ini sih bu... jadi jawaban saya masih menurut pendapat saya ya...
1. Pertama dan paling banyak terjadi adalah kesalahan teknis penulisan (kata tidak baku, tidak sesuai PUEBI, salah ketik, dan sebagainya). Kedua, kesalahan substansial biasanya berkisar antara kurangnya penjabaran pada "how to"-nya alias bagaimana cara menyelesaikan permasalahannya. Atau kurang menjabarkan metode yang digunakan.

2. Ehehehhee... saya masih merasa belum lulus ujian manajemen waktu ini Bu. Jadi masih berkejar-kejaran antara ngurus rumah, ngasuh anak, sama kerja.  Saya sudah coba buatkan jadwal dan pembagian waktu di ketiga urusan itu, tapi eksekusinya belum oke ini Bu.  Kebetulan saya masih punya balita (3 tahun), jadi jadwal saya masih suka berubah-ubah tergantung mood-nya si Adik ini. Demikian kiranya Ibu.

Syukur alhamdulillah malam ini dapat ilmu tentang tulisan non fiksi secara lebar, luas semoga ini bagian dari yang manfaat sehingga tak cukup berhenti sampai disini. Dan menjadi salah satu amal jariyah yang mengalir sampai akhir nanti. Terima kasih for you all.