Minggu, 07 Juni 2020

Corona Vs Haji


Corona Menggagalkan 
Pemberangkatan Haji 2020 M / 1441 H
Selasa, 2 Juni 2020




Seiring dengan waktu waithing list pemberangkatan haji dari tahun ke tahun semakin bertambah, hal ini menunjukkan bahwa pendaftar dengan kuota tidak sebanding rata. Namun apa hendak di kata karena banyak jama’ah yang berkehendak menjalaninya sehingga apapun kondisinya tetap daftar walau ada beberapa yang akhirnya menggantinya dengan umroh.
Data Republika 15 juli 2011 menyampaikan bahwa pendaftar jama’ah haji Jawa Timur sampai tahun 2019 telah penuh dan baru bisa selesai sampai tahun 2020 sehingga logikanya bila ada tambahan calon jama’ah yang mendaftar setelah 15 juli 2011 maka harus antri tunggu giliran pemberangkatan sampai kurang lebih 9 tahun atau lebih. Ada pengakuan dari salah satu calon jama’ah haji yang telah mendaftar 21 Juni 2012 menyampaikan bahwa dia sudah kena whaiting list selama 11 tahun jadi perkiraan dalam daftar kemenag dia akan berangkat pada tahun 2023.
28 Januari 2020 Radar Kediri menyebutkan bahwa di Nganjuk Jatim masa tunggu haji telah mencapai 25 tahun. Memang antar daerah bisa berbeda karena besar kecilnya kuota pemberangkatan. Bisa jadi apabila nanti ada penambahan atau pengurangan kuota otomatis masa tunggu itu akan berubah sesuai kondisi yang ada.
Nah.... berbicara lebih lanjut tentang pemberangkatan haji tahun ini Kemenag RI kabupaten Kediri tertanggal 23 September 2019, telah mengedarkan surat panggilan untuk calon jama’ah haji yang akan diberangkatkan tahun 2020 ini. Serasa marathon, panggilan tersebut langsung di lanjutkan dengan sosialisasi pemberangkatan, di lanjutkan kegiatan melengkapi pemberkasan jama’ah sebagai persiapan mencari pastpor, kemudian di lanjutkan ke cek kesehatan yang tidak hanya sekali jalan barulah terakhir panggilan pelunasan haji. Walaupun kepastian pemberangkatan haji tahun 2020 ini belum pasti nyatanya calon jam’ah sudah ada tagihan dan harus dilunasi sebelum bulan maret berakhir. 
Seiring dengan waktu yang berjalan mulailah biro-biro manasik menyebarkan undangan ke beberapa calon jama’ah haji guna memperkenalkan dan menawarkan diri kepada jama’ah yang membutuhkan jasa manasik atau pengarahan secara detail tentang rutinitas haji. Mungkin semua jama’ah telah mempunyai planing mulai awal hingga akhir dalam mempersiapkan perjalanannya ke tanan suci tahun ini.
Tak Cuma biro manasik haji ternyata yang berpeluang tampil dalam membantu sucsesnya hajad masing-masing. Gimana tidak saya sebut masing-masing laa... kalau terima untung juga mereka nikmati sendiri, hehe.... siapakah mereka? Mereka adalah jasa penyedia barang alias toko yang mengklaim selalu menyediakan barang oleh-oleh haji atau alat perlengkapan haji lengkap. Dengan gayanya masing-masing dalam menawarkan produknya supaya di terima bahkan ada yang berani menyediakan kartu member segala.
Namun 16 Maret 2020 indonesia serasa di paksa berhenti dari semua rutinitas sosial, politik, ekonomi, pendidikan bahkan ruang ibadahpun di atur secara ketat. Karena hadirnya covit ‘19 tatanan hidup yang sudah mulai teraturpun harus berputar balik untuk menyesuaikan diri dengan adanya wabah covid’19. Surat edaran tentang sosial distantion pun diturunkan, hadirnya iklan-iklan anjuran, himbauan bahkan sebuah perintah untuk jaga jarak, jaga kebersihan, sering-sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, pakai masker, dan berdiam diri di rumah, jangan kemana-mana kecuali ada kebutuhan yang mendesak sampai pada dampak positif negatifnya apabila kita mengindahkan aturan tersebut semua dipaparkan secara detail.
Dalam pemberangkatan haji banyak persiapan yang harus dilakukan oleh pemerintah maupun pribadi calon. Salah satunya di sana ada istilah mampu bagi calon, ini tidak hanya mampu dalam hal material namun jiwa raga harus siap baik untuk yang berangkat maupun yang ditinggalkannya. Sedangkan bagi negara atau pemerintah yang memberangkatkannya maka tidak hanya memilikirkan transportasi jama’ah tetapi juga harus berfikir secara detail mulai dari perjalanan jama’ah, asrama jama’ah, konsumsi selama di Makkah, kesehatan jama’ah mulai dari pemberangkatan sampai kembali lagi ke tanah air.
Menengok kondisi sampai hari ini covid’19 yang hampir di semua negara belum juga reda maka pemerintah indonesia melalui menteri agama pada 2 juni 2020 lewat stasiun TVRI telah mengumumkan bahwa indonesia tahun ini tidak memberangkatkan jama’ah haji walaupun masjidil harom telah di buka akan tetapi pemerintah saudi sampai detik inipun juga belum berani membuka izin 100 % kepada semua negara di muka bumi ini untuk menjalankan haji. 
Walau keputusan menteri agama tersebut belum ada tindak lanjut pemberitahuan kepada person calon jama’ah secara personal sebagaimana yang dilakukan kemenag ketika memanggil calon jama’ah haji untuk verivikasi data, kesehatan serta vinansial calon jama’ah sesuai daftar panggilan pemberangkatan haji tahun 2020. Namun yang pasti tujuan pemerintah tidak lain adalah untuk kebaikan bersama. Yaitu demi kebaikan dan kemaslahatan ummat.

Jumat, 05 Juni 2020

Memasak PTK menajdi sebuah Buku


Memasak PTK Menjadi Buku
Hari ke 2, Rabu – 3 Juni 2020
Nara Sumber : Ibu Hati Nurahayu Maulid, S.Pd
Editor dan pegiat literasi




Bukan sebuah halangan bagi yang muda untuk banyak prestasi sebagaimana ibu hati nurahayu yang hoby berliterasi ternyata telah membawanya meraih beberapa juara. Diantaranya adalah hasil PTK yang dibukukan.

Ibu Hati Nurahayu yang berdomisili di Perumahan Parahyangan Kencana Desa Ciluncat Cangkuan Bandung ini lahir pada 01 Agustus 1980, masih aktif menyampaikan ilmunya pada 2 lembaga di SMP Plus Al-Amanah Dayeuhkolot Bandung dan di SMP/SMA Karakter UBA Boarding Scholl dan masih aktif di beberapa kegiatan tulis menulis sehingga memiliki karya baik mandiri maupun keroyokan. Diataranya adalah :


Hadirnya nara sumber yang hebat bahkan sangat mengesankan, tidak lepas dari kehebatan para suhu sebagaimana Om Jay dalam kelas WAG ini. Saking kagumnya saya dengan keluasan dan jauhnya pandangan Om Jay dalam memeneg kelas paralel ini membuat saya yang baru belajar berliterasi serasa kesulitan beropini sebagai realisasi gambaran beliau. Tulisan ini serasa kurang air untuk di baca karena suasana hati yang campur aduk alias bingung hehehe....   

-----ooOoo-----

Baru tahu kalau PTK - Penelitian Tindakan Kelas dapat di sajikan lewat berbagai menu, sehingga tidak membosankan penikmatnya. Tinggal racikan bumbu-bumbu yang dikreasi pemasaknya sehingga inovasi luar biasa dapat membuat penikmatnya kecanduan bahkan konsumen yang hanya lihat gambar menunya saja sudah langsung lapar ingin menikmatinya.  Sungguh semua tergantung kepada chef  yang menanganinya. 

Semua guru khususnya yang diwajibkan yaitu bagi PNS untuk memenuhi kenaikan pangkat maka akan menulis PTK. kata nara sumber kali ini menulis PTK itu Susah susah gampang dalam menyusun  atau menentukan latar belakang dimana untuk menentukan modal  atau titik awal  yang menentukan  PTK itu adalah pada latar belakang.

lantas kalau sudah membuat ptk apakah langsung akan mendapat nilai, maka haru di lihat dulu rangkaiannya. dalam hal ini nara sumber seing menerima naskah ptk untuk dijadikan buku, namun tidak spontanitas akan di bukukan akan tetapi harus di ubah dulu layaknya supaya penampakannya lebih ok, menarik untuk di baca sesuai dengan kebutuhan dalam buku.

Mengapa harus berbentuk buku ? sebab lewat buku selain kita mendapatkan ilmu juga dapat dinikmati pengetahuannya oleh orang lain sebagai salah satu bahan literasi dan bacaan pendidik lain sepanjang buku itu masih ada. Setiap guru dalam menyusun PTK memiliki beberapa versi. dalam hal ini nara sumber lewat om jay mengaku menerima banyak naskah untuk diterbitkan dari penulis. lantas seperti apakah cara mengubah buku ?

Di sini nara sumber memberikan 2 versi yang bisa di pilih oleh penulis untuk mengubah PTK menjadi buku. pertama selain isinya di tambah untuk lebih menjadal pada kajian teorinya dan dengan judul tetap atau versi kedua dengan judul sedikit di poles dan isinya tentu juga bisa memilih sebagai panduan motivasi membuat PTK atau tetap menjelaskan pembahasan yang ada. Sebagaimana PTK, Inobel dan bast practis yang telah ibu hati terbitkan. 

Yang pasti PTK yang akan di rubah dalam buku, selalu beliau rubah penyusunannya agar tidak layaknya laporan karya ilmiyah atau bast practis. Sebagaimana yang telah ibu hati lakukan dengan laporan inobel om jay yang telah diterbitkan menjadi sebuah buku. Dalam mengubah PTK menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya dari kata kunci judul buku kita. atau lebih memperluas isi bacaannya. tentunya berdasarkan sumber yang relevan atau kata kunci dari PTK kita.. 

Banyak guru yang masih kebingungan mencari judul. Dan kita dak usah bingung, ambil intinya saja maka buku kita akan jadi asyik untuk dikembangkan menjadi buku bacaan selain bisa di jadikan sebagai Bast Praktis jadi ternyata dengan PTK selain PNS akan mendapat nilai dari PTK, juga akan mendapat nilai dari buku dan Bast Practis yang kita buat. Doblekan hasilnya. 

lebih lanjut ada yang bertanya tentang bisakan PTK hanya satu kali siklus ? bisa sebagaimana yang telah di sampaikan oleh prof. penguji inobel ptknya ibu hati pada 2017, sebab di awal penelitian pasti sudah ada pra riset, mungkin sekali berhasil sehingga hal itu di perkenankan. Nah... menarik PTK menjadi sebuah karya yang spektakuler maka pastinya banyak-banyak membaca buku best seller, bagaimana menyajikan sebuah buku untuk menarik di lihat dan di baca oleh pembaca. Sehingga nantinya dapat merubah PTK menjadi sebuah buku yang ber-ISBN 




Senin, 01 Juni 2020

Belajar Literasi Bersama Om Jay Hebat

Pundi Pundi Ketekunan Berblogger

Belajar Menulis Blogger Hari Pertama
Senin, 01 Juni 2020
Nara Sumber : Bapak Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd

Alhamdulillah hari ini masih ada kesempatan untuk memulai, mencoba belajar menulis blogger bersama Om Jay. Kuliah On line yang diselenggarakan seminggu 3 (tiga) kali pertemuan yaitu hari Senin, Rabu dan Jum'at pada jam 19.00 - 21.00.

 

Satu bulan telah berada dalam grub ini namun belum pernah sekalipun berani mengirim tugas kuliah walau setiap kali menyimak, namun kali ini semoga menjadi awal yang baik dan masih diperkenankan oleh Om Jay yang selalu positif thingking untuk tetap belajar di WAG Belajar Menulis Gelombang 9 ini. 

 

Terima kasih sebelumnya saya sampaikan kepada beliau Om Jay selaku Mentor dalam Grub Ini, semoga kegiatan bimbingan ini menjadi salah satu Amal Jariyah yang selalu mengalirkan nilai-nilai superrior bagi beliau sekeluarga dan Para Relawan yang telah mensucseskan kegiatan ini. Terima kasih Terima Kasih dan Terima Kasih.

 

Kuliah ini diawali dengan pengakuan rahasia Om Jay dalam Menerbitkan ke empat buku di atas. Tidak banyak memang orang yang tahu tentang rumitnya menerbitkan sebuah buku bahkan banyak orang tidak tahu bahwa menerbitkan sebuah buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar karena kondisi tersebut sehingga Om Jay memilih menulis setiap hari di blog. Dengan begitu sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit adalah salah satu prinsip Om Jay dalam menerbitkan buku yang malam ini akan dipublikasikan kepada anggota WAG mulai daro Gelombang 1 - 12.

 

4 Buku yang akan dipublikasikan rahasia penerbitannya adalah :

1. Catatan Harian Seorang Guru Blogger

2. Melejitkan Ketrampilan Menulis Siswa

3. Blogger Ternama  Jadilah Blogger Terkenal di Era Digital dengan Ketrampilan Menulis

4. Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Akan Terjadi

 

 1. Catatan Harian Seorang Guru Blogger



Buku Catatan Harian Seorang Guru Blogger ini diterbitkan dalam tempo 6 bulan dimana isi buku ini adalah kisah nyata Om Jay yang beliau tulis lewat Blog miliknya. Sifat rendah hatinya sangat terlihat dalam menyampaikan rahasia penerbitan buku ini, yaitu beliau merasa bahwa buku ini sempurna karena ketelitian bapak sukarno selaku editornya. Padahal selama dalam proses editing buku ini, beliau berdua tidak pernah bertemu face to face sama sekali dan posisi beliau berdua memang berjauhan dimana bapak editing berada di semarang dan Om Jay sendiri berada di Bekasi. Lantas bagaimana buku ini selesai dan terbit menjadi sebuah buku ? penjelasan beliau dalam hal ini tidak lain hanya komunikasi lewat on line yaitu WA.    

 

 2. Melejitkan Ketrampilan Menulis Siswa

 

Buku ini pun tidak sehari dua hari atau seminggu dua minggu kemudian terbit tidak. Namun Penulis butuh waktu 3 bulan untuk sampai menyelesaikan 1 buah buku ini dimana buku ini adalah hasil dari penelitian tindakan kelas / PTK yang lolos masuk Lomba Karya Tulis Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional. Bahkan lewat buku dalam lomba ini penulis dapat menikmati nikmatnya isi alam semesta yang ada. Diantaranya Leptop baru, jalan-jalan ke Bali, menginap di hotel berbintang 5 dengan di atar Pesawat Garuda Indonesia dan yang pasti uang jutaan rupiyah dimilikinya sebagai hasil sebagian pundi-pundi menulis dan berblogger.

 

dalam goresan tulisan ini pun penulis mengaku awalnya tidak mengetahui apabila hasil ptk itu dapat dijadikan sebuah buku dan ber-isbn namun lewat bapak lukman di jawa timur dimana info ini penulis dapatkan juga lewat on line. lewat kesediaan ibu hati yang berada di bandung sebagai editornya maka terbitkan buku hasil laporan ptk ini. Sungguh ternyata dunia ini serasa tidak ada batasnya, dimanapun posisinya ketika kita mau menggunakan fasilitas yang ada dan memanfaatkan dengan baik maka banyak hal positip yang berdatangan disekitar kita.

 

Nyatanya lewat laporan ptk ini Penulis bapak Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd mendapat hadiah kuliah singkat di china inuversity of mining technology atau cumt. dapat belajar steam di china dan pulang masih mendapat uang sejumlah 21 juta serta segudang ilmu pengetahuan yang akan beliau tuangkan dalam buku baru berikutnya yang masih berproses bersama penerbit camp pustaka yogyakarta.           

 

3. Blogger Ternama  Jadilah Blogger Terkenal di Era Digital dengan Ketrampilan Menulis

 

Blogger Ternama  Jadilah Blogger Terkenal di Era Digital dengan Ketrampilan Menulis, adalah buku ketiga yang dibeberkan rahasia hadirnya pada kuliah kali ini juga bukan produk bimsalabim yang tiba-tiba jadi namun buku ini butuh waktu 6 bulan untuk menyelesaikannya.  Lewat bapak Wiranto buku ini di terbitkan dari Penerbit camp pustaka. Buku ini masih juga kisah nyata Om Jay dalam berblogger yang membuat nama beliau menjadi besar dan terkenal di seluruh penjuru yang akhirnya menggerakakan hati beliau untuk menjadi guru blogger di mana buku ini tidak membahas cara membuat blog akan tetapi bagaimana menulis secara rutin dalam masing-masing blog yang telah di buat pemiliknya.

 

Dalam kesempatan inipun muncul hasil ketekunan menulisnya Bapak Wijaya Kusuma dengan banyaknya undangan keliling dunia bahkan undangan sekedar makan siang di Istana Kepresidenan Bapak Jako Widodo. Tidak berhenti sampai di situ sebab lewat posisi menjadi Blogger ini beliau mengaku dapat bulan madu bersama istri tercintanya di singapura.

 

Karena nikmat-nikmat yang telah beliau rasakan inilah sehingga beliau ingin menularkan virus menulis bloggernya kepada yang lain supaya dapat membuat atau menerbitkan buku, dimana tidak sekedar buku akan tetapi yang laku jual.

 

Perlu kita ketahui bersama bahwa menulis itu tidak hany untuk kebutuhan materal akan tetapi yang terpenting adalah dengan menerbitkan buku maka selain mendatangkan materi adalah menyalurkan dan berbagi ilmu, berbagi pengetahuan.

 

Tidak ada hal yang sia-sia dalam berbagi sehingga berbagi apapun maka semua akan menuai hasil sebagaimana niatnya.

 

4. Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Akan Terjadi

 

Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Akan Terjadi ini adalah buku yang pertama bagi Om Jay menerbitkan dengan jasa penerbit mayor dan ternyata betul-betul panjang waktu yang diperlukannya, yaitu 6 tahun.

 

Pengalamannya menerbitkan buku sebelumnya ternyata masih ada rasa belum percaya diri untuk menerbitkan karyanya lewat penerbit mayor sebab seringnya di tolak oleh menerbit mayor akunya.

 

Namun bukan Om Jay kalau putus asa di tengah jalan, sehingga dengan tekat dan kegigihannya yang kuat, lewat tangan mbak abdah khan buku itu menjadi enak dan renyah di baca aku beliau berikutnya.

 

Sampailah buku ke 4 ini di terbitkan oleh penerbit indeks jakarta dengan jasa editor mas yuan acita yang kabarnya berada di padang dan sampai buku telah terjual laris manis sebagaimana buku-buku sebelumnya, Om Jay mengaku juga belum pernah ketemu langsung dengan editor bukunya.

Kali ini bisa di bilang ada keberuntungan yang berkah tidak hany buat pribadi om jay namun dapat dinikmati oleh seluruh keluarganya yaitu lewat buku ini om jay dapat membeli sebuah rumah singgah di daerah wanaraja garut jawa barat.

Sebelum sesi tanya jawab di berikan oleh nara sumber, maka kuliah malam ini di akhiri dengan pesan Om Jay kepada kita semua yaitu :

  1. Pentingnya kolaborasi atau kerja sama antara satu dengan yang lain.
  2. Dalam menerbitkan buku, penerbit membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam proses editing.
  3. Buku adalah salah satu sumber ilmu dan pengalaman tidak hanya sekedar memenuhi Penilaian Angka Kredit.  
  4. Jalinan kolaborasi antara penulis dengan editor sangat penting dan
  5. Bangunan kesabaran dan semangat tinggi sangat dibutuhkan bagi seorang penulis untuk menghasilkan sebuah buku yang bernilai khusunya penulis pemula.
  6. Sukses itu butuh proses, apabila menginginkan hasil yang bagus maka berproseslah yang baik.
  7. Penulis tidak akan sukses tanpa hadirnya orang lain yang berhati baik sebagai editor tulisannya yaitu pencari kesalahan dalam tulisan penulis.

 

Kesimpulannya :

 

Untuk mendapatkan dan menjadikan sesuatu yang kita kerjakan menjadi baik maka harus melalui proses yang baik pula mulai dari awal hingga akhir. Jangan lupa kerja sama dengan beberapa pihak yang diawali dan diakhiri dengan jalinan silaturrohmi. Semangat ....      


Jumat, 01 Mei 2020

Jalan-Jalan Menghasilkan


Semua orang pasti pernah bepergian apalagi mendokumentasikan perjalanannya lewat selvi baik itu dilakukan sendiri atau sengaja minta tolong orang lain untuk didokumentasikan. Namun tidak semua orang yang memiliki hasil jepretan dalam perjalanannya *berbuah uang* dan Kalaupun ada beberapa yang berpendapat bahwa semua orang pasti bisa lakukan itu, namun bagi saya, hanya mereka yang telah mampu membuktikan dan menghasilkan sehingga memiliki argumentasi sebagaimana tersebut. Jadi teringat apa yang di sampaikan oleh Setiawan G. Sasongko dalam karyanya *Dalan Sugih - jalan kaya – Trik jadi penulis-Pengarang-Penerbit (Panduan Otodidak Dan Bisnis)* menurut beliau tidak harus menunggu perjalanan ke luar negeri untuk mendokumentasikan momen dan menjadikan uang namun obyek wisata nusantara yang unik apalagi yang belum terekspos media pasti akan jadi uang.
Otomatis itu semua berlaku hanya bagi person yang mau mengirimkan karyanya berupa kisah perjalan beserta foto-foto spot yang menarik orang lain dan yang pasti mengetahui alamatnya. Hehe... kalau tidak tahu alamatnya yah.... sampai kapanpun harus terima kalau masih tetap stay at home alias tinggal di tempat layaknya yang sering saya lakukan ha...... maksud dari tahu alamat di sini, bukan mengetahui alamatnya di jalan apa? kota mana? Bukan itu yang penulis maksud, namun alamat selesai menulis maka karya tulisannya itu akan disampaikan ke siapa? dengan cara bagaimana? Dan seterusnya, dan apabila semua jawaban itu mampu diselesaikan dengan terbitnya karya tersebut sehingga bisa dinikmati oleh orang lain maka itulah salah satu alamat untuk dapat menjadi uang.
Berbicara tentang karya, saya ada miliki beberapa hasil karya insan yang diproduksi dari hasil perjalanan hidup, perjalanan tugas, penyalur hobby, penghilang rasa jenuh yang telah publikasikan lewat terbitnya buku-buku mereka dimana beberapa telah mengisi rak buku kami, tidak sekedar mengisi namun telah dinikmati sehingga menginspirasi beberapa gerakan tangan ini untuk mencoba rakit kata-kata walaupun masih ada beberapa yang masih terbungkus plastik. Sebagaimana yang sedang dilakukan ini. Adalah buku “Membangun Relasi Peluang Riset dan Dakwah Ilmiyah” buku ini adalah terbitan hasil perjalanan 8 insan kampus yang hadir dari beberapa penjuru ke Negeri Brunai Darussalam.
Entah sudah di planing sebelumnya atau belum,sehingga isi dari buku ini tidak ada pembahasan yang sama antara satu dengan yang lain, dimana semua mempunyai kekuatan masing-masing sesuai bidangnya. Masih ada lagi yang dapat kita nikmati lewat literasi dari Brunai Darusalam oleh Dr. Ngainun Naim. Disini tanpa ikut pergi ke Negeri tersebut namun bisa menarik imajinasi pembaca serasa berada di sekiling mereka yang sedang beraktifitas di sana. Inilah hebatnya penulis yang mampu menarik imajinasi pembaca. Sungguh sebuah kemampuan yang tidak semua penulis mampu lakukan.
Kebanyakan para penulis tidak sekedar berliterasi atau memenuhi hobbynya namun lewat jiwa tulis menulisnya, ia mampu mendidik, Memotivasi, berbagi ilmu bahkan masih seabrek rutinitas seperti menerbitkan tulisan-tulisannya menjadi buku, arikel, opini isai di koran maupun di jurnal-jurnal pendidikan yang bisa jadi dapat menghasilkan Rizqi walau tidak semuanya berupa uang. Sehingga bisa jadi insan-insan tersebut adalah enterpreneur yang lillah, Amiiin.
Wallohu A'lam bissowab. 
#Edisi belajar

Kamis, 30 April 2020

Lounching Menulis Al Qur'an MTsN 7 Kediri




Sebanyak 125 siswa siswi MTsN 7 Kediri mengikuti “Lounching Indonesia Menulis Al-Qur’an” dengan obyek buku yasin follow the line, 22 September 2018 akhir pekan yang sangat berbeda dengan hari hari biasanya, suasana Madrasah yang adem, ayem, hikmad,  serasa oksigen masih penuh karena terbatasnya siswa siswi yang berlalu lalang di halaman depan sampai belakang.
Lounching Penulisan Al Qur’an adalah salah satu kegiatan yang di adakan pada akhir pekan ini Sabtu, 22 September 2018. Kegiatan ini serentak di lakukan Kemenag se-Kabupaten Kediri sebanyak 17 titik dan salah satunya adalah di MTsN 7 Kediri bahkan karena bersamaan dengan kegiatan yang lain yang di adakan oleh MTsN 7 Kediri maka kegiatan ini serasa lengkap karena di hadiri sekaligus di buka oleh KaKanKemenag Kabupaten Kediri, Kepala Pendma, Pengawas, dan beberapa Kepala MTsN se-Kab. Kediri.
Kakankemenag Kabupaten Kediri bapak Drs. H. Amir Sholahuddin, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Moment ini adalah salah satu wahana untuk membekali dan menghantarkan siswa siswi madrasah khususnya, untuk belajar menulis ayat-ayat Al Qur’an sebab sebagai bagian dari keluarga madrasah harus mampu menulis dan membaca Al Qur’an  dengan baik sebagai salah satu bekal hidup bersosial.

Madrasah Ber-Istighosah



"Istighosah” استغاثه  berasal dari kata “al-ghouts” الغوث yang artinya pertolongan, dari potongan kata tersebut maka istighosah dapat di artikan sebagai meminta pertolongan. kegiatan istighosah ini sering di lakukan ketika mempunyai kebutuhan atau hajad yang di rasa besar, sukar atau sulit untuk di wujudkan. MTsN Jombang Kauman Kab. Kediri adalah salah satu madrasah yang merutinkan kegiatan ini khususnya kelas 9 dimana tidak hanya siswa siswinya saja yang meksanakannya akan tetapi selalu dengan wali siswa dan tokoh masyarakat sekitar (Pondok Pesantren).
Tahun ini istighosah di laksanakan dalam 4 tahap, tahap pertama yaitu mulai  awal semester genap semua siswa siswi kelas 9 sudah di bimbing untuk melaksanakan istighosah oleh guru mapel SKUA (Standar Ketuntasan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah) sesuai jam pelajaran masing masing kelas, yang ke-2 (dua) dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2017 malam jum’at dimana kegiatan ini di ikuti oleh semua keluarga besar MTsN Jombang Kauman Kab. Kediri yang terdiri dari bapak ibu guru-karyawan, wali kelas 9 khususnya bersama dengan semua wali siswa kelas 9, tidak ketinggalan Komite Madrasah yang di imami langsung oleh KH.Ma’sum Safa’at Pengasuh PP Ruodlotut Tholibin dengan  rangkaian acara : di awali dengan dengan sholat maghrib berjama’ah kemudian diteruskan dengan sholat hajad langsung Istighosah dan dilanjutkan dengan sholat Isya’ berjama’ah dan di tutup dengan Tausiyah KH. Ma’sum Safa’at serta Ramah Tamah bagi semua undangan yang hadir pada acara tersembut. Besok paginya giliran istighosah bersama dengan siswa siswi dan bapak ibu guru yang bertempat di Pondok Pesantren Ruodlotut Tholibin, jika tahun tahun sebelumnya setelah sholat tasbih dan sholat hajad kemudian istighosah dan motivasi moril sebagai persiapan rangkaian Ujian Akhir kemudian selesai namun kali ini sunguh sangat beruntung siswa siswi kelas 9 yang mengikutinya karna baru kali ini KH. Ma’sum Safa’at selain memotivasi juga memberi ijazah mencerdaskan otak diri sendiri untuk bisa dilaksanakan, tetapi pesan beliau jangan sering sering melakukan hal tersebut sebab dapat menumbuhkan sifat Sombong atau congkak sehingga selayaknya hanya sekali dua kali saja.
Rangkaian Istighosah yang ke-4 diadakan selama seminggu sebelum ujian akhir nasional berbasis komputer (UNBK) secara bergiliran semua kelas 9. Semoga Istighosah yang telah dilakukan bersama ini betul betul memberi manfa’at dan mempermudah kesulitan semua keluarga besar MTsN Jombang Kauman Kab. Kediri khususnya siswa siswi kelas 9 dan umumnya pada bapak ibu guru, karyawan, siswa siswi kelas 7 dan 8 serta masyarakat sekitar MTsN Jombang Kauman Kab. Kediri.  . . . .  يارب العا لمينامين . by – Mukhlis.

Ekstra Mengundang Madrasah berkreasi dan berprestasi


Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan tingkat dasar sampai tingkat menengah yang telah banyak berdiri di tengah–tengah masyarakat luas. Ada yang berdiri dan berkontribusi dengan bantuan pemerintah dan ada bahkan lebih banyak yang berdiri di luar bantuan pemerintah yang semua rutinitas pendidikan di dalamnya bercirikan islami, dimana kurikulum yang diajarkan selain pendidikan Agama juga pendidikan umum. Hal yang paling kuat dalam madrasah adalah pembentukan karakter bagi semua insan yang berada didalamnya yaitu siswa siswi, kepala madrasah, guru sampai pada karyawan yang ada.
Saat bangsa dalam kondisi krisis moral yang melanda pejabat, anak-anak, remaja, orang tua dimana sangat santer gaung korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, minum-minuman keras, pembunuhan, free sex, LGBT, dan masih banyak lagi hal yang negatif walau itu sifatnya kecil maka madrasah adalah salah satu lembaga yang di lirik sebagai solusi dari hal tersebut sebagaimana menurut jamal ma’mur asmani (17: 2013) Madrasah diharapkan tidak hanya melahirkan anak anak yang cerdas berfikir akan tetapi mampu bersikap jujur, amanah, benar atas semua yang di lakukan secara pribadi maupun bersama sama. Bahkan output dari madrasah di harap mampu menyelesaikan masalah Ekonomi, Kesejahteraan Sosial Lahir Maupun Bathin demi menuju Insan Kamil dunia sampai akhirat. Untuk mengondisikan hal tersebut maka orientasi keberadaan Madrasah tidak hanya pendidikan yang mengasah otak secara akademik  saja, akan tetapi madrasah harus merealisasikan pembekalan skill kepada anak didiknya lewat beberapa program yang dijalankan sehari harinya. Bukan hanya sebuah rencana atau program yang menempel di dinding  namun aplikasi yang nyata antara lain lewat program Ekstra Kurikuler.
Banyak macam Ekstra kurikuler yang bisa dilaksanakan dalam sebuah madrasah demi mengasah kecerdasan anak didik selain dalam bidang kognitif.  Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (sederajat dengan SD), Madrasah Tsanawiyah (sederajat dengan SMP), Madrasah Aliyah (sederajat dengan SMA) yaitu antara lain :

  •          PMR
  •       Pramuka
  •       Tenis Meja   
  •       Bulu Tangkis
  •       Futshal 
  •          Robotika
  •          Seni Banjari
  •          Seni Rebana
  •          Sablon
  •          Seni Tari   
  •          Boga
  •          Bola Volly
  •          Catur
  •         Seni Baca Al-Qur`an
  •          Kaligrafi
  •          Seni Musik
  •         Tahfidz
  •          Porsigal, Seni Bela Diri
  •          Fashion
  •          Bimbingan Membaca Kitab Kuning (BMKK)
  •          Jurnalistik 
  •        Pidato Bahasa Indonesia
  •        Pidato Bahasa Inggris
  •         Pidato Bahasa Arab
  •      Tata Busana / Menjahit
     dan masih banyak lagi, dimana itu semua adalah kegiatan yang mampu membimbing skill anak didik dan membikin anak sibuk dalam hal yang positif sehingga lambat laun apabila banyak sekolah atau madrasah yang berkenan untuk memperbanyak wadah kreatifitas anak didiknya tak ayal maka akan banyak prestasi yang terukir dari sana. 

Moment Aksioma (Ajang Aksi Seni dan Olahraga  Madrasah) dan Porseni (Pekan Olah Raga dan Seni) yang diadakan dua tahun sekali secara bergantian selain KSM (Kompetisi Saint Madrasah) - ajang bagi anak didik yang lebih tertarik kepada pelajaran. Maka dapat menjadi Motivasi bagi insan yang berkecimpung di Madrasah. 
#semangatMadrasah
#madrasahlebihbaik-lebihbaikmadrasah